Program membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk memperkuat budaya literasi di madrasah. Bahan bacaan tidak dibatasi pada buku pelajaran, tetapi juga biografi, sejarah, pengetahuan populer, dan karya sastra yang sesuai usia.
Guru dapat meminta siswa mencatat satu ide penting dari bacaan mereka setiap pekan. Catatan tersebut kemudian menjadi bahan percakapan ringan di kelas sehingga kegiatan membaca tidak berhenti pada target halaman, tetapi berkembang menjadi proses memahami dan menghubungkan gagasan.
Pelaksanaan program sebaiknya fleksibel dan tidak menambah beban tugas. Tujuan utamanya adalah membangun kedekatan dengan buku serta menciptakan ruang belajar yang lebih reflektif sebelum kegiatan akademik dimulai.
Konten ini merupakan artikel demonstrasi bawaan theme Taleema News dan dapat diganti atau dihapus.

